Minggu, 21 Juli 2013

Objek Wisata Baru Di Gianyar, Bali"TAMAN NUSA"



BALI tak hanya dikenal keindahan pantai dan alamnya karena kini wisatawan bisa menikmati wisata alternatif. Mereka bisa beriwisata sembari  belajar sejarah peradaban Indonesia di Taman Nusa di Kabupaten Gianyar.

Objek wisata yang baru saja diluncurkan ini memiliki pemandangan menawan dikelilingi tebing dan hutan asri serta hamparan sawah terasering sepanjang jauh mata memandang. Begitu masuk di pintu Taman Nusa, suasana serasa kembali tempo dulu yang sangat kental dengan budaya dan peradaban masyarakat tradisional.

Lokasi wisata seluas 15 hektare di Jalan Taman Bali Banjar Blahpane Klod Desa Sidan ini menjual panorama khas alam tropis Indonesia. Di dalamnya ada wisata budaya, adat istiadat, rumah adat, museum, hingga karya cipta masyarakat Indonesia di masa kini atau pembangunan.

Menurut Presiden Director Taman Nusa, Santosa Senangsyah, objek wisata yang dibangunnya ini merupakan taman wisata budaya Indonesia sekaligus persembahan Bali untuk Indonesia dan masyarakat dunia.

“Taman Nusa ini bertujuan sebagai sarana wisata, pendidikan, dan pelestarian serta riset budaya Indonesia,“ kata Santosa di sela soft launching Taman Nusa di Gianyar, Bali, baru-baru ini.

Gagasan lahirnya objek wisata alternatif di Bali ini berawal dari keprihatinan akan kondisi saat ini di mana seni budaya Indonesia semakin terpinggirkan dan kurang diminati generasi muda. Karena itu, muncul gagasan lahirnya pusat pelestarian budaya bangsa.

Santosa menambahkan, pihaknya ingin mengangkat eksistensi budaya warisan nenek moyang kepada masyarakat Indonesia juga dunia luar. Sebagai tamam wisata budaya, sambung Santosa, muatannya tentu pendidikan. Di Taman Nusa ini, wisatawan diajak menelusuri panorama perjalanan waktu bangsa Indonesia dari dulu hingga masa pra sejarah, kerajaan Nusantara, kampung budaya, sampai Indonesia meraih kemerdekaan.

Sebagai contoh, di salah satu objek di taman ini ditampilkan replika Candi Borobudur sebagai karya monumental anak bangsa dan termasuk salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Juga tampak replika patung figur Mahapatih Gajah Mada yang terkenal dengan Sumpah Palapa dalam menyatukan seluruh kerajaan Nusantara.

Sumpah Palapa itu kemudian memberi inspirasi tokoh Proklamator RI Soekarno Hatta saat Indonesia meraih kemerdekaan. Semua cerita dan perjalanan sejarah coba direkam dan dihadirkan di tempat wisata yang dibatasi sebuah sungai besar atau berbatasan dengan Kabupaten Klungkung.

Pengunjung bisa lebih banyak dan lebih dekat melihat bagaimana bangunan rumah bersejarah dari seluruh provinsi di Indonesia, mulai Aceh sampai Papua. Ada pula sebuah jembatan menuju harapan Indonesia yang digambarkan dengan bangunan sapu lidi atau simbol pemersatu bangsa.

"Ada tiga musuem di dalamnya, berupa museum kain, wayang dan etnografi, serta ruang pameran," jelas Santosa.

Di dalam gedung berbentuk sapu lidi itulah, kata Santosa, pihaknya ingin  menyampaikan pesan dalam konsep wisata Taman Nusa tentang harapan Indonesia. Harapannya bisa menjadi bangsa yang berilmu atau pintar, berbudaya, dan terbuka, baik terhadap sesama bangsa sendiri maupun dengan bangsa lainnya di dunia.

Untuk bisa menikmati keindahan alam di sekitar Taman Nusa beserta panorama Indonesia, pengunjung dikenakan tarif Rp110 ribu untuk dewasa dan Rp75 ribu untuk anak-anak. Sementara, wisatawan asing tarifnya USD500 untuk dewasa dan anak-anak USD250.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar